UPACARA (Bali)


Upacara / Hari Raya
 
Galungan dan Kuningan
Hari raya Galungan dan Kuningan jatuh setiap enam bulan sekali, merupakan hari untuk merayakan Kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan), dan juga hari untuk mengucapkan puji syukur atas segala karunia-Nya. Hari raya ini jatuh pada hari Rabu Kliwon Dunggulan dan Sabtu Umanis Kuningan. Umat Hindu di Bali biasanya memasang penjor di sepanjang jalan yang melambangkan gunung atau naga.
Hari Raya Nyepi
Nyepi Merupakan tahun baru Icaka, yang biasanya jatuh pada bulan Maret setiap tahunnya. Pada hari raya ini umat tidak melakukan aktivitas apa-apa, tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, khusus melakukan renungan suci dan evaluasi terhadap apa yang telah kita lakukan, dan membenahi diri agar menjadi lebih baik lagi di masa depan. Pada hari itu Bali nampak bagaikan pulau mati tanpa polusi total selama 24 jam.
Hari Raya Saraswati
Merupakan hari suci untuk merayakan turunnya ilmu pengetahuan sebagai sinar suci yang memberikan penerangan kebijaksanaan hidup. Jatuh pada hari Sabtu Umanis Watugunung. Banyak dirayakan di sekolah-sekolah, dan pusat-pusat pendidikan, tentu saja di tempat para pinandita.
Ngaben
Merupakan upacara penghormatan anggota keluarga kepada leluhur, sebagai simbol peleburan lima unsur badan melalui pembakaran mayat dan penyatuan roh yang diantarkan oleh lembu dan mantra ke penciptanya. Ngaben bisa bersifat bersifat individu maupun kelompok, yang bisa anda saksikan di desa tertentu atau beberapa desa, dan yang paling besar bila dilakukan di kalangan keluarga kerajaan (puri).

0 komentar:

Posting Komentar